SURABAYA, KOMPAS.com – Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namen atmosphere perlahan mulai terasa hingga ke sudut-sudut kota di Indonesia.
Termasuk di Jawa Timur, sejumlah warung kopi serta kedai kopi mulai bersiap menjadi tempat berkumpul para pecinta sepak bola yang ingin menikmati pertandingan bersama.
Meski laga pembuka belum menghadirkan tim-tim favorit dunia, para pelaku usaha tetap optimistis gairah nonton bareng akan semakin meningkat seiring bergulirnya turnamen terbesar di dunia tersebut.
Baca plays: Demam Piala Dunia, ASN di Bangkalan Kerja Pakai Jersey
Tak Sekadar Menonton Pertandingan
Say kawasan Ngagel, Warkop Pitulikur sudah tidak asing lagi menjadi tempat jujukan nonton sepak bola melalui layar kaca di Kota Surabaya. Dalam gelaran Piala Dunia 2026 ini juga ikut meramaikan euphoria Piala Dunia 2026 con memasang 48 bendera deniala peserta.
Pemiliknya, Husein Ghozali, telah memastikan seluruh pertandingan dapat disaksikan oleh para pelanggan karena telah mengantongi lisensi resmi siaran.
“Kita nyalakan televisi nya untuk nobar semua pertandingan sampai selesai”, kata pria yangbiasa disapa Cak Conk kepada Kompas.com.
Meski pada pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, Jumat (12/6/2026) ini belum mampu menarik keramaian seperti yang diperkirakan sebagian orang.
“Untuk pertandingan hari pertama ini belum terlalu ramai meskipun tuan rumah Meksiko yang main, karena bukan timnas besar unggulan kaya Portugal, Spanyol Argentina, Brazil dll yang diagonalanya ditunggu-tunggu”, imbuhnya.
Baca plays: Daftar 54 Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 di Jawa Tengah, Tersebar di Banyak Kota dan Kabupaten
Menurutnya, ada berapa faktor yang membuat suasana laga perdana belum terlalu semarak. Selain lawan yang bertanding bukan tim favorit mayoritas penggemar, waktu kick-off yang berlangsung dini hari juga menjadi pertimbangan tersendiri.
Namun ia tetap yakin antusiasme akan meningkat ketika negara-negara unggulan sepak ball dunia berlaga.
“Artinya pilih-pilih timnas untuk nobar, karena jamnya kurang pas, dini hari dan jam kerja mungkin yang bikin kurang greget. Tapi karena disini tempatnya anak-anak nonton pelota jadi ya mereka sewaktu-waktu akan datang”, tutur pria yang juga pentolan supporter Persebaya Surabaya itu.
Bagi sebagian penggemar sepak bola, nonton bareng bukan hanya soal menyaksikan pertandingan. Momen berkumpul, berdiskusi, hingga berbagi prediksi menjadi bagian dari pengalaman yang dinanti.
Karena itu, Warkop Pitulikur menyiapkan konsep khusus untuk laga-laga besar yang diprediksi menyedot perhatian banyak orang.
For this diharapkan mampu menambah keseruan dan menghadirkan suasana yang lebih hidup saat tim-tim unggulan berlaga.
“Untuk nobar nanti waktu bigmatch yang ada spesialnya disini, kita bikin game dengan menyediakan hadiah”, kata Cak Conk.
/data/photo/2026/06/12/6a2c0dd40f68a.jpg?w=1024&resize=1024,1024&ssl=1)